News
Polda Metro Sampaikan Permintaan Maaf Setelah Tolak Laporan Kecelakaan
![Polda Metro minta maaf setelah menolak laporan kecelakaan warga [kalimantanupdate]](https://www.bindo.id/wp-content/uploads/2024/11/Polda-Metro-minta-maaf-usai-tolak-laporan-warga-5cc9b7f9.jpg)
Jakarta, Bindo.id – Pengalaman tidak menyenangkan dialami oleh seorang warga yang bernama Lachlan Gibson sebab laporan polisi terkait kasus kecelakaan yang menimpanya ditolak oleh Polda Metro Jaya.
Peristiwa ini viral di media sosial setelah Lachan menumpahkan kekecewaannya pada sebuah video yang salah satunya dia unggah di akun Instagram @lbj_jakarta.
Di video itu, Lachlan mengaku telah mengalami kecelakaan lalu lintas di depan Polda Metro Jaya pada hari Sabtu (21/1/2023) dengan mobil HRV berwarna hitam
“Di mana, saya terlindas mobil, tulang tangan saya sampai keluar, dan itu tabrak lari, terjadi di depan Polda Metro Jaya,” unggahan Lachlan di akun Instagram @lbj_jakarta, Senin (18/11/2024).
Setelah sembuh, Lachlan kemudian melaporkan peristiwa kecelakaan yang dialaminya tersebut ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya.
Akan tetapi, petugas memberi araha kepadanya untuk membuat laporan polisi ke Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya.
Saat itu, dirinya membawa barang bukti yang berupa mudflap HRV yang copot di tempat kejadian perkara (TKP) setelah terjadinya kecelakaan lalu lintas tersebut.
“Dan responnya, ‘wah, enggak bisa, Mas. Karena, kamera E-TLE atau kamera jalanan itu datanya di-reset setiap enam jam’,” tutur Lachlan.
“Bagian mana di sini yang masuk akal? Sebuah kamera yang dipasang untuk keamanan, datanya di-reset setiap 6 jam. Ini dikatakan oleh seorang anggota polisi, pangkatnya strip satu (Iptu) kepada saya, pada hari itu,” ujarnya.
Oleh sebab itu, Lachlan merasa sangat kecewa dengan pernyataan dari oknum polisi tersebut.
“Sampai hari ini, uang nominal lebih dari Rp 100 juta sudah hilang kayak begitu saja, karena dia (pelaku) enggak tanggung jawab,” ujar Lachlan.
Beberapa waktu berlalu, Lachlan mengaku menerima aksi arogan dari seorang oknum anggota polisi lalu lintas (polantas) di daerah SCBD, Senayan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (15/11/2024) pukul 22.10 WIB.
Unggahan di akun Instagramnya, @lachlangibs, Lachlan menyebutkan awalnya dia sedang melintas memakai sepeda motor pada lajur tengah. Akan tetapi, tiba-tiba ada mobil patroli polisi yang memotong dari kanan ke kiri.
“Saya yang di jalur tengah mau lurus, saya kaget dan motor hampir slip. Alhasil, saya klakson panjang,” ujarnya.
Namun, anggota polantas yang disebutnya berinisial F tersebut tak terima serta mengejar Lachlan.
Kata Lachlan, F kemudian langsung menyalakan lampu strobo di mobil patroli yang dikemudikannya dan keduanya juga terlibat cekcok mulut.
“Mulailah oknum F ini membentak-bentak saya. ‘Pak, tolong beri saya arahan, pencerahan, di Undang Undang mana yang menyatakan mobil dari jalur paling kanan boleh langsung memotong ke kiri?” kata Lachlan kepada F.
Kemudian, F meminta Lachlan Gibson untuk melakukan penelusuran lewat Google tentang Undang Undang Nomor 22 Tahun 2009.
“Setelah itu saya difoto, motor saya difoto, dan lain-lain. Saya mau ditarik ke polda karena kesalahan dia sendiri? Bisa banget cek CCTV SCBD pada jam tersebut. Itu jelas banget,” ujarnya.
Permintaan Maaf Dirlantas Polda Metro Jaya
Terkait dengan 2 kejadian tidak menyenangkan yang dialami oleh Lachlan, Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Latif Usman telah menyampaikan permintaan maaf.
Latif menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada Lachlan setelah menemui dirinya di Polda Metro Jaya, Senin (18/11/2024).
“Tentunya saya juga meminta maaf kepada yang bersangkutan dan kepada seluruh masyarakat, dan saya menyampaikan kepada masyarakat jangan takut untuk menyampaikan hal yang benar,” ujar Latif ketika dihubungi, Senin.
Latif berpendapat apa yang disampaikan Lachlan di media sosial akan menjadi bahan evaluasi di institusinya.
“Saya sangat mengapresiasi dan dia berani mengkritik, dan ini suatu (hal) untuk membuat institusi saya akan lebih baik,” tutur Latif.
Saat ini, laporan polisi Lachlan telah diterima oleh Polda Metro Jaya. Kata Latif, terjadi kesalahan prosedur ketika Lachlan membuat laporan di Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya pada 2023.
“Ada prosedur yang salah di saya, saya akui. Jadi, pada saat menerima laporan, ada yang salah di saya dan sehingga ini akan segera kami tindak lanjut,” ujar Latif.
Tentang anggota polantas yang bersikap arogan pada Lachlan di SCBD, Latif tak membenarkan tindakan tersebut.
“Dan kepada anggota yang terutama masalah arogansi anggota, ini juga menjadi penekanan Bapak Kapolri. Tidak boleh kita melakukan arogansi karena kita pelayan, pelindung, pelayan masyarakat, harus mengedepankan pelayanan,” ujar Latif.
Sampaikan ucapkan terima kasih
Di kesempatan terpisah, Lachlan menyampaikan ucapan terima kasih kepada Polda Metro Jaya sebab sudah melakukan tindaklanjut terhadap laporannya.
“Iya (bertemu Latif), itu di Polda Metro Jaya tadi, dipanggil. Dari Bapak Dirlantas berterima kasih banget dengan konten aku dan berterima kasih atas keberanian aku,” ujar Lachlan Gibson, Senin.
Tentang anggota polantas yang melakukan tindakan arogan kepadanya, Lachlan memastikan Polda Metro Jaya sudah bergerak.
“Akan ditindaklanjuti, sekarang lagi proses ambil footage CCTV. Katanya Ibu Kompol Diella, anggota sudah diarahkan ke sana dan saya lihat sendiri anggota menuju sana,” ujar Lachlan.
Ikuti berita terkini dari BINDO di
Google News, YouTube, dan Dailymotion