Connect with us

Kesehatan

Kenali Penyakit Hipertiroid, Penyebab dan Gejalanya

Published

on

Bindo Kesehatan Hipertiroid penyebab dan gejala-6a5224f9

Kesehatan, Bindo.id – Hipertiroid merupakan kondisi gangguan kesehatan yang disebabkan oleh produksi hormon tiroid yang berlebihan di tubuh. Penderita hipertiroid akan merasakan banyak gejala, misalnya seperti jantung yang berdebar dan detaknya cepat, mudah lelah, gangguan kecemasan, hingga insomnia.

Beberapa orang seringkali tidak menyadari bahwa dirinya tengah mengidap penyakit ini. Pasalnya, gejala-gejala tertentu nampak seperti tanda penyakit lain.

Contohnya, jantung yang berdebar mirip seperti penyakit jantung. Tubuh yang mudah lelah seringkali dikira kurang istirahat, kurang asupan makanan bergizi, atau kurang berolahraga.

Padahal, jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat, hipertiroid dapat memicu munculnya komplikasi serius. Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui beberapa hal penting seputar penyakit hipertiroid.

Melansir dari laman Healthline, berikut ini penjelasan mengenai apa itu hipertiroid, penyebab, dan gejala dari hipertiroid.

Mengenal Hipertiroid dan penyebabnya

Di dalam tubuh manusia terdapat kelenjar yang bernama tiroid. Tiroid ini terletak di bagian leher depan. Bentuknya kecil seperti kupu-kupu. Tiroid menghasilkan hormon tiroid yang nantinya berfungsi mengendalikan suhu dan metabolisme tubuh.

Kondisi ketika tiroid ini terlalu banyak memproduksi hormon tiroid disebut dengan hipertiroid. Ketika hormon tiroid berlebihan, maka metabolisme tubuh pun akan bekerja lebih cepat dari yang seharusnya. Inilah yang kemudian memunculkan banyak gejala dan reaksi yang tidak nyaman, bahkan berbahaya bagi tubuh.

Ada beberapa penyebab dari hipertiroid, yaitu:

  • Efek samping obat. Beberapa obat memiliki kadar iodium yang tinggi sehingga memicu naiknya kadar hormon tiroid.
  • Tiroiditis, yaitu kondisi peradangan kelenjar tiroid.
  • Toxic adenoma.
  • Graves disease akibat autoimun sehingga kekebalan tubuh justru menyerang sel normal di tubuh.
  • Kanker tiroid.
  • Adanya tumor pada ovarium atau testis.
  • Terlalu banyak mengonsumsi makanan tinggi iodium. Contohnya, telur, makanan laut, dan aneka produk susu.

Faktor risiko hipertiroid ini lebih sering menyerang wanita. Begitu pula dengan para penderita penyakit kronis seperti diabetes tipe-1, gangguan kelenjar adrenal, dan anemia. Jika ada anggota keluarga yang memiliki riwayat penyakit graves, maka faktor risikonya pun cukup tinggi.

Gejala Hipertiroid

Seperti yang sudah disebutkan tadi, ketika hormon tiroid banyak di dalam tubuh, maka metabolisme menjadi lebih cepat. Gejala akibat cepatnya metabolisme ini terkadang bisa dirasakan mendadak. Kadang, terasa secara perlahan oleh penderitanya.

Berikut ini beberapa gejala yang akan dirasakan ketika mengidap hipertiroid:

  • Jantung berdebar dan denyutnya terasa cepat
  • Tangan bergetar (tremor)
  • Gelisah
  • Insomnia
  • Sulit konsentrasi
  • Frekuensi BAB lebih sering
  • Pada wanita terjadi gangguan menstruasi
  • Nafsu makan meningkat, tapi berat badan tidak naik atau malah turun drastis
  • Rambut rontok
  • Mudah marah
  • Gangguan pada mata , seperti penglihatan kabur
  • Tidak tahan suhu panas
  • Cepat lelah
  • Sering pusing atau sakit kepala

Secara fisik, ada ciri yang terlihat pada penderita hipertiroid, yaitu kelenjar tiroid di leher akan terlihat membesar. Pada beberapa kasus, mata juga akan terlihat lebih menonjol seperti orang melotot. Jika melihat kondisi kulit, beberapa penderita hipertiroid akan mengalami ruam kulit atau kemerahan di telapak tangan.

Penting bagi penderita Hipertiroid untuk menerapkan pola hidup sehat

Untuk mengendalikan hipertiroid diperlukan disiplin diri. Selain rutin mengonsumsi obat-obatan dari dokter, perlu juga berolahraga secara teratur.

Konsumsi makanan bergizi seimbang dan hindari makanan yang tinggi iodium. Penting untuk mengelola stres dan mengatur jadwal aktivitas harian agar tubuh tidak terlalu lelah.

Itulah beberapa hal penting terkait penyakit hipertiroid. Jika Anda merasakan gejala-gejalanya, maka sebaiknya segeralah berkonsultasi dengan dokter.

Ikuti berita terkini dari BINDO di
Google News, YouTube, dan Dailymotion

Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *