Ekonomi
Nego Tarif Yang Ditetapkan Trump, Indonesia Mengirimkan Delegasi Ke AS
![Kemlu RI [infopublik]](https://www.bindo.id/wp-content/uploads/2025/04/Kemlu-RI-37850aa2.jpg)
Jakarta, Bindo.id – Pemerintah Indonesia sedang mengadakan berbagai upaya tentang kebijakan tarif baru Amerika Serikat (AS) yang telah diumumkan Presiden AS Donald Trump.
Indonesia akan mengirim delegasi untuk bernegosiasi tarif 32% dari Trump untuk barang dari RI yang masuk ke AS.
“Pemerintah Indonesia akan terus melakukan komunikasi dengan Pemerintah AS dalam berbagai tingkatan, termasuk mengirimkan delegasi tingkat tinggi ke Washington DC untuk melakukan negosiasi langsung dengan Pemerintah AS,” keterangan resmi Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Kamis (3/4/2025).
Indonesia juga sudah mempersiapkan berbagai upaya untuk menjawab masalah yang diangkat oleh Pemerintah AS, terutama yang disampaikan pada laporan National Trade Estimate (NTE) 2025 yang diterbitkan US Trade Representative.
Presiden RI Prabowo Subianto sudah memberikan instruksi kepada menteri Kabinet Merah Putih untuk mengadakan perbaikan struktural.
Kemlu mengatakan Prabowo ingin melakukan penyederhanaan regulasi serta penghapusan regulasi yang menghambat, terutama yang berhubungan dengan non-tariff barrier.
“Hal ini juga sejalan dalam upaya meningkatkan daya saing, menjaga kepercayaan pelaku pasar dan menarik investasi untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi. Langkah kebijakan strategis lainnya akan ditempuh oleh Pemerintah Indonesia untuk terus memperbaiki iklim investasi dan peningkatan pertumbuhan ekonomi serta penciptaan lapangan kerja yang luas,” ujarnya.
Indonesia juga sudah melakukan komunikasi bersama Malaysia selaku pemegang Keketuaan ASEAN. Komunikasi ini membahas tentang pengambilan langkah bersama, mengingat 10 negara ASEAN semuanya terkena dampak pengenaan tarif AS.
Sebelumnya Kemlu RI mengatakan tarif 32% dari Trump untuk barang dari RI berdampak signifikan pada daya saing ekspor Indonesia ke AS. Saat ini pemerintah Indonesia sedang menghitung pengenaan tarif AS tersebut.
Upaya strategis juga dilakukan pemerintah untuk memitigasi dampak negatif pada perekonomian Indonesia. Pemerintah bersama dengan Bank Indonesia terus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah akibat dari tarif AS tersebut.
Pemerintah menyatakan akan terus berupaya menjaga stabilitas perekonomian Indonesia.
Trump sebelumnya telah mengenakan tarif 32% pada barang dari RI yang masuk ke AS. Tarif tersebut diberlakukan sebab Trump menyebut Indonesia menetapkan tarif 64% untuk barang-barang dari AS.
Ikuti berita terkini dari BINDO di
Google News, YouTube, dan Dailymotion