Ekonomi
Diresmikan Presiden Prabowo, BSI Jadi Bank Emas Pertama Di Indonesia
![Prabowo resmikan BSI jadi Bank Emas Pertama di Indonesia [britakan]](https://www.bindo.id/wp-content/uploads/2025/02/Prabowo-resmikan-BSI-jadi-Bank-Emas-Pertama-di-RI-03aae521.jpg)
Jakarta, Bindo.id – Presiden RI Prabowo Subianto telah meresmikan layanan Bank Emas dari PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI), Rabu (26/2/2025).
Bank Emasa dari BSI ini resmi hadir di Indonesia. BSI merupakan bank syariah pertama pelopor layanan bank emas di Indonesia dan menjadi bagian dari transformasi besar Perseroan untuk mengembangkan ekosistem keuangan syariah yang lebih modern serta inovatif.
Pada peresmian yang digelar di Gade Tower tersebut, Presiden Prabowo menyebutkan bahwa peresmian bank emas merupakan tonggak sejarah.
Kebijakan strategis dilakukan oleh Pemerintah sebagai ikhtiar untuk menuju kemandirian ekonomi demi mewujudkan bangsa Indonesia yang sejahtera, makmur, serta berdikari.
“Ternyata kekayaan kita besar, potensi besar, karena itu pengelolannya harus lebih cerdas, teliti, hati-hati dan transparan. Hari ini, pertama kali dalam sejarah, Indonesia yang punya cadangan emas nomor 6 di dunia, untuk pertama kalinya memiliki bank emas. Terima kasih pada semua pihak untuk hari ini,” ujar Presiden Prabowo
Presiden mengatakan Indonesia sebagai negara yang kaya dengan produksi emas yang naik dari 100 ton setahun kini jadi 160 ton.
Oleh sebab itu, dirinya berpendapat bahwa ekosistem emas akan semakin diperkuat dengan adanya bank emas.
“Kita perbaiki ekosistem pelayanan karena akan mempercepat tabungan dan meningkatan cadangan emas kita. Hulu hingga hilir emas diproduksi dan disimpan di dalam negeri,” ujarnya.
Di kesempatan yang sama, Menteri BUMN Erick Thohir menuturkan dengan adanya layanan bank emas, sebagai tanda keseriusan pemerintah untuk memperkuat ekosistem, alur pasok maupun perdagangan emas nasional.
Hal ini membuktikan bahwa Indonesia bisa melangkah maju serta semakin mandiri.
Senada dengan Presiden, dia mengatakan potensi cadangan emas Indonesia berada di nomor 6 terbesar di dunia yakni setara 2.600 ton.
Akan tetapi simpanan emas Indonesia yang wujudnya batangan baru mencapai 201 ton.
Oleh sebab itu perlu dimaksimalkan ke depan dengan adanya bank emas.
“Artinya kita bisa tingkatkan reserve emas di Indonesia. Dalam 5 tahun akan ada peningkatan yang luar biasa,” ucap Erick optismistis.
Kata Erick, ada potensi lain yang dapat digarap oleh bank emas. Diprediksi beredar emas sekitar 1.800 ton yang disimpan secara mandiri oleh masyarakat Indonesia.
Adanya bank emas, pemerintah ingin mengundang masyarakat agar percaya pada sistem keuangan yang formal.
“Kita harus meyakinkan masyarakat bahwa ini adalah sistem keuangan yang aman. Layanan-layanan dari bank emas akan memudahkan masyarakat mengalirkan menjadi bagian perdagangan emas nasional,” ujarnya.
Ucapan terima kasih perseroan disampaikan Direktur Utama BSI, Hery Gunardi kepada Pemerintah Republik Indonesia lewat Kementerian BUMN yang sudah memberi dukungan penuh hadirnya bullion bank services atau bank emas di Indonesia.
Kata Hery, BSI memberikan apresiasi kesempatan yang diberikan serta akan melaksanakan amanah untuk berperan menjadi pelopor di industri ini dengan sebaik-baiknya.
“Ini adalah bagian dari transformasi dan inovasi yang terus dilakukan BSI agar dapat tumbuh secara berkelanjutan. Pengembangan bisnis bank emas BSI sangat sejalan dengan Asta Cita Pemerintah yang bertujuan untuk melanjutkan hilirisasi dan industrialisasi guna meningkatkan nilai tambah dalam negeri, khususnya dalam sektor ekosistem emas,” ujar Hery.
BSI sudah memperoleh izin resmi pelaksanaan bank emas dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), lewat Surat OJK No. S-53/PB.22/2025 tanggal 12 Februari 2025.
Menurut Hery, izin tersebut meliputi 2 kegiatan usaha utama, yakni Penitipan Emas serta Perdagangan Emas.
BSI kedepannya juga akan meneruskan proses perizinan untuk kegiatan usaha lainnya diantaranya Pembiayaan Emas serta Penyimpanan Emas.
Produk bank emas ini juga akan melengkapi ekosistem emas BSI yang sudah ada, yakni Gadai Emas, Cicil Emas, dan BSI Emas Digital. Saat ini total emas kelolaan BSI sekitar 17,5 ton.
“Produk bank emas BSI dirancang secara inklusif dan digital, dengan tujuan untuk memberikan akses kepada masyarakat, baik yang baru memulai investasi maupun yang sudah berpengalaman. Kami menawarkan kesempatan investasi emas mulai dari 0,05 gram, dengan nilai kurang dari Rp100.000, yang dapat diakses melalui platform digital BYOND by BSI. Dengan demikian, masyarakat dapat berinvestasi kapan saja dan di mana saja, tanpa batasan lokasi dan waktu melalui BYOND by BSI,” ujarnya.
Saat peresmian bisnis bank emas ini, BSI mengenalkan 3 branding utama produk bank emas BSI, yakni BSI Emas Digital, BSI Gold, serta BSI ATM Emas.
BSI ATM Emas jadi yang pertama di Indonesia yang dipunyai oleh Bank Emas.
“Kami berharap dengan hadirnya layanan ini, bisnis bank emas BSI dapat mempercepat pertumbuhan perusahaan. Saat ini omset bisnis emas di BSI Rp28,7 triliun. Kami juga berharap dapat memberikan multiplier effect yang signifikan bagi perekonomian Indonesia,” ungkapnya.
Berdasarkan pada data perseroan pembiayaan bisnis emas di BSI pada tahun 2024 sekitar Rp12,80 triliun tumbuh 78,17% year on year yang meliputi gadai emas dan cicil emas.
Bank Emas BSI memiliki beberapa keunggulan berikut ini :
- Layanan bank emas syariah pertama di Indonesia.
- BSI Gold Karatase 99,99% SNI serta Sertifikat MUI.
- Jaringan BSI Agen lebih dari 110 ribu yang tersebar di seluruh Indonesia. Agen tersebut dapat melayani emas BSI maupun layanan bank emas yang dapat diakses dimanapun dan kapanpun lewat BYOND by BSI.
Hery juga optimistis adanya BSI sebagai bank emas syariah pertama di Indonesia akan jadi new game changer untuk memberi diversifikasi instrumen investasi syariah yang aman, mudah serta dapat diakses kapanpun dimanapun.
Hal ini didasari dari total omset bisnis emas BSI saat ini yakni Rp28,7 triliun dengan potensi volume transaksi setara dengan 250 ton selama kurun waktu 5 tahun kedepan.
“Kami berkomitmen untuk memperkuat peranan BSI untuk menghadirkan one stop solution layanan syariah dan memberikan multiplier effect yang signifikan bagi perekonomian dan pendalaman sektor keuangan syariah,” ujar Hery.
Ikuti berita terkini dari BINDO di
Google News, YouTube, dan Dailymotion